Load Cell

Jembatan Timbang No. 1 Di Indonesia

Load Cell

Jembatan Timbang 0
load cell

Load cell merupakan perangkat utama pada sistem jembatan timbang dan timbangan digital Gewinn. Load cell memiliki peran yang sangat penting dalam suatu sistem timbangan, karena tingkat keakuratan timbangan sangat bergantung pada tingkat keakuratan load cell itu sendiri.

Jembatan Timbang Gewinn menyediakan load cell import dengan kualitas premium terpercaya yang memiliki tingkat keakuratan tinggi serta memiliki daya tahan super kuat dan jangka hidup yang panjang.

 

LOAD CELL JEMBATAN TIMBANG GEWINN

load cell jembatan timbang

Load Cell yang terpasang pada Jembatan Timbang Gewinn

Perkenalan:

Load cell tersedia dalam kapasitas berat mulai dari 10 Ton hingga 50 Ton untuk setiap load cell, dengan kapasitas load 20 Ton hingga 120 Ton. Memiliki bahan dasar dari besi baja stainless steel, menggunakan teknik las kedap udara, anti oli, anti air, dan anti karat.

Load cell juga memiliki perlindungan tegangan listrik tinggi, seperti misalnya perlindungan terhadap sengatan listrik akibat sambaran petir. Selain itu, load cell juga memiliki bentuk struktur kolum atau tiang dan kemampuan “self-aligning” yang baik.

Perangkat ini cocok untuk dipakai pada timbangan platform digital, jembatan timbang, timbangan truk, fasilitas pengujian kendaraan otomotif, dan lain-lain.

Fitur penting:

  1. Kapasitas Berat @ 10 Ton – 50 Ton
  2. Tingkat akurasi tinggi
  3. Bahan dari besi baja stainless steel
  4. Memiliki izin dari OIML
  5. IP = 68
  6. Mudah dipasang
  7. Performa dapat diandalkan

 

SPESIFIKASI LOAD CELL

LOAD CELL AMCELL – ZSFL

load cell jembatan timbang gewinn

  • Capacity: 30 Ton / 50 Ton
  • PLC: 0.7
  • Product Serial: 5R57211
  • Accuracy Class: C3
  • Sensitivity: 1.9993 mV/V
  • Zero Output: 0.60 % F.S
  • Inspection Result: Eligible
  • Inspectore: QC-03
  • Input Resistance: 698.8 Ω
  • Output Resistance: 701.5 Ω
  • Safe Load Limit: 150% F.S
  • Insulation Resistance: ≤ 5000 MΩ
  • Quality Department: QC-01

 

LOAD CELL AMCELL – ZSFD

load cell timbangan truk gewinn

  • Rated Load: 10 Ton, 15 Ton, 20 Ton, 25 Ton, 30 Ton, 40 Ton, 50 Ton
  • Resolution: 60000
  • Digital Load Cell ISN: 500000
  • Creep 30 Min (%FS): ± 0.02% F.S
  • Communication BPS: 9600 BPS
  • Combined Error: ± 0.02% F.S
  • Operating Temp Range: -30°C to +70°C
  • Safe Over Load (%FS): 150
  • Temperature Effect: ± 0.02 F.S / 10°C
  • Recommend Excitation: 9-12 V DC
  • Maximum Excitation: 20 V DC
  • Maximum Transmitting Distance: 1200 M
  • Enviromental Protection: IP68
BACA  Jembatan Timbang Untuk Industri Pertanian

 

load cell timbangan tangki

Load Cell pada timbangan tangki Gewinn

PENGETAHUAN DASAR

Setiap jembatan timbang dan timbangan truk harus lulus uji legalisasi balai metrologi Indonesia. Balai metrologi Indonesia merupakan pihak berwenang yang melegalisasikan atau men-sahkan jembatan timbang dan timbangan digital melalui proses sistem yang disebut dengan tera timbangan.

Semua jembatan timbang dan timbangan digital industri diharuskan melakukan proses tera satu tahun sekali, karena semua timbangan dalam proses pemakaiannya pada jangka waktu tertentu akan mengalami deformasi mekanis pada frame timbangan, ini akan berpengaruh terhadap tingkat ke-akurasian dari load cell pada jembatan timbang dan timbangan digital.

Load cell merupakan sensor berat, apabila load cell diberi beban pada inti besinya maka nilai resitansi di strain gauge akan berubah. Umumnya load cell terdiri dari 4 buah kabel, dimana dua kabel sebagai eksitasi dan dua kabel lainnya sebagai sinyal keluaran.

Load cell merupakan sebuah alat elektromekanik yang juga biasa disebut sebagai transducer, yaitu gaya yang bekerja berdasarkan prinsip deformasi sebuah material akibat adanya tegangan mekanis yang bekerja, yang kemudian merubah gaya mekanik menjadi sinyal listrik.

Untuk menentukan tegangan mekanis didasarkan pada hasil penemuan Robert Hooke, bahwa hubungan antara tegangan mekanis dan deformasi yang diakibatkan disebut regangan. Regangan ini terjadi pada lapisan kulit dari material sehingga memungkinkan untuk diukur menggaunakan sensor regangan atau Strain Gauge.

Load cell yang paling sederhana adalah load cell yang terdiri dari bending beam dan strain gauge. Sering kali komponen tersebut dilengkapi dengan elemen tambahan (housing, sealing, dll) untuk melindungi elemen strain gauge. Load cell bending beam adalah tipe load cell yang paling banyak digunakan dalam timbangan.

Selama proses penimbangan, beban yang diberikan mengakibatkan reaksi terhadap elemen logam pada load cell yang mengakibatkan perubahan bentuk secara elastis. Gaya yang ditimbulkan oleh regangan ini (positif dan negatif) di conversikan kedalam sinyal listrik oleh strain gauge (pengukur regangan) yang terpasang pada spring element.

Strain gauge sendiri merupakan konduktor yang diatur dalam pola zigzag pada permukaan sebuah membrane. Ketika membrane tersebut meregang, maka resistansinya akan meningkat.

Strain gauge merupakan sensor yang digunakan untuk mengukur berat atau beban dari suatu benda dalam ukuran besar. Sensor strain gauge ini banyak diaplikasikan pada jembatan timbang, timbangan truk atau alat ukur berat dalam skala besar. Sensor strain gauge adalah grid metal foil tipis yang dilekatkan pada permukaan dari load cell. Apabila load cell di beri beban, maka terjadi strain dan kemudian ditransmisikan ke foil grid. Tahanan foil grid berubah sebanding dengan strain induksi beban.

BACA  Peraturan Internasional Penimbangan Kontainer Pelabuhan SOLAS VGM

Sensor strain gauge pada umumnya adalah tipe metal foil, dimana konfigurasi grid dibentuk oleh proses photoeching. Karena prosesnya sederhana, maka dapat dibuat bermacam-macam ukuran gauge dan bentuk grid. Untuk macam gauge terpendek yang tersedia adalah 0.20mm, dan yang terpanjang 102 mm. Tahanan gauge standar adalah 120 mm dan 350Ω, bahkan untuk keperluan khusus gauge ada juga yang tersedia dengan tahanan 500Ω, 1000Ω dan 10kΩ.

pasang load cell

Petugas lapangan Jembatan Timbang Gewinn sedang memasang load cell

Load cell terdiri dari beberapa tipe, diantaranya adalah Load Cell Double Ended Beam, Load Cell Single Ended Beam, Load Cell S Beam, Load Cell single Point, Load Cell type Canister, dan sebagainya.

Load cell memiliki bermacam-macam karakteristik yang bisa diukur, tergantung pada jenis logam yang dipakai, bentuk load cell, dan ketahanan dari lingkungan sekitar.

Untuk memilih Load cell yang sesuai dengan kebutuhan anda, penting untuk mengetahui definisi dari parameter berikut:

  1. Calibration : Membandingkan output (signal) load cell dengan standard
  2. Combined Error : Penyimpangan maksimum, jika ditarik garis lurus diukur pada saat tanpa beban sampai ketika diberikan beban maksimal dan sebaliknya saat beban maksimal sampai pada keadaan tanpa beban. Pengukuran dinyatakan dalam persen terhadap kapasitas maksimal. Biasa disebut juga non-linearity dan hysteresis.
  3. Creep : Perubahan sinyal keluaran load cell selama pembebanan tidak berubah, dan tidak ada perubahan lingkungan sekitar.
  4. Creep Recovery : Perubahan pengukuran kondisi tanpa beban, setelah beberapa waktu diberikan beban dan kemudian beban dihilangkan.
  5. Drift : Perubahan nilai pengukuran saat diberikan beban konstan
  6. Eccentric Load : Pembebanan pada area timbangan tapi tidak tepat di titik antar load cell
  7. Error : Perbedaan pengukuran dengan beban yang sesungguhnya.
  8. Excitation : Tegangan input yang diberikan agar load cell bekerja. Pada umumnya load cell membutuhkan tegangan excitation 10VDC, tetapi ada juga yang memerlukan 15VDC, 20VDC, dan 25VDC dan ada yang bisa bekerja pada arus AC dan DC.
  9. Hysteresis : Penyimpangan maksimum hasil pengukuran dengan beban yang sama. Satu pengukuran dari nol sampai maksimum, pengukuran yang lain dari maksimum sampai nol. Pengukuran histerisis dinyatakan dalam persen terhadap kapasitas maksimum (%FS). Biasanya Histerisis selalu bernilai 0.02%FS, 0.03%FS dan 0.05%FS
  10. Input Bridge Resistance : Resistansi Input daripada load cell. Diukur dengan Ohm (Ω) meter antara dua titik input atau Excitasi. Biasanya selalu lebih besar dari resistansi output/sinyal karena adanya resistor kompensasi pada jalur excitasi.
  11. Insulation Resistance : Pengukuran resistansi antara sirkuit load cell dengan strukturnya. Pengukuran dilakukan dengan tegangan DC.
  12. Non-Linearity : Penyimpangan maksimum pada grafik hasil kalibrasi terhadap garis lurus (Ideal) antara tanpa beban dan beban penuh. Dinyatakan dengan persentase terhadap pengukuran pada kapasitas maksimum, hanya diukur dari nol sampai maksimum. Umumnya Non-linearity sebesar 0.025FS dan 0.035FS.
  13. Output : Sinyal yang dihasilkan oleh load cell dimana output berbanding lurus dengan eksitasi dan beban yang diterapkan. Sinyal output load cell dalam satuan mV/V atau V/A
  14. Output Bridge Resistance : Hambatan keluaran dari cell. Output bridge resistance adalah 350Ω, 480Ω, 700Ω, 750Ω dan 1000Ω.
  15. Output Rate : Tingkat perbandingan antara output tanpa beban dengan output saat ada beban
  16. Repeatability : Selisih bacaan output maksimum load cell untuk beban yang sama dan waktu yang identik.
  17. Resolution : Perubahan terkecil di input mekanis yang menghasilkan perubahan yang terdeteksi dalam sinyal output
  18. Safe Overload Rating : Beban maksimum (%) kapasitas beban, yang dapat diterapkan tanpa menghasilkan pergeseran permanen dalam karakteristik kinerja luar yang spesifik.
BACA  Jembatan Timbang Untuk Tambang Kuari (Quarry Mining)

 

Untuk informasi lebih lengkap mengenai berbagai macam jenis load cell yang disediakan oleh Jembatan Timbang Gewinn, anda dapat segera menghubungi kami langsung melalui sarana media kontak yang telah kami sediakan.

5/5 (4)

Rate This Post

 

 

Informasi harga jembatan timbang

 

Don`t copy text!