Rencana Proyek Pembangunan Konstruksi Infrastruktur Indonesia

Jembatan Timbang No. 1 Di Indonesia

Rencana Proyek Pembangunan Konstruksi Infrastruktur Indonesia

September 25, 2019 Info 0
Jembatan Timbang Gewinn Rencana Proyek Pembangunan Konstruksi Infrastruktur Indonesia

Jembatan Timbang Gewinn seringkali menjalin kerjasama dengan berbagai perusahaan konstruksi besar di Indonesia dalam pengerjaan berbagai macam proyek infrastruktur di berbagai wilayah di kepulauan Indonesia.

Pemerintah Indonesia belum lama ini telah mempersiapkan berbagai macam proyek infrastruktur besar yang masuk ke dalam Rencana Pembangaunan Jangka Menengah Nasional untuk tahun 2020 hingga tahun 2024.

Tujuan dari proyek pembangunan infrastruktur ini adalah untuk mengembangkan tingkat perekonomian dan pelayanan dasar di Indonesia. Jembatan Timbang Gewinn merangkum berbagai rencana proyek pembangunan konstruksi infrastruktur ini dari berbagai nara sumber.

PROYEK KONSTRUKSI INFRASTRUKTUR INDONESIA

Pembangunan Konstruksi Jalan Tol Trans Sumatera

Proyek pembangunan tol trans Sumatera ini diperkirakan akan berlangsung selama 5 tahun (2020-2024) dengan perkiraan alokasi dana sebesar Rp. 211,86 Triliun dari penugasan BUMN, PINA, dan KPBU. Sedangkan Kementerian PUPR akan menjadi pihak pelaksana proyek ini.

Adapun manfaat dari pembangunan tol trans Sumatera ini antara lain untuk menurunkan ongkos angkut dengan pengurangan waktu tempuh darat Aceh-Lampung dari awalnya 48 jam menjadi hanya 30 jam, menjadi enabler bagi perkembangan 6 Kawasan Industri (KI Dumai, KI Jambi Kemingking, KI Tenayan, KI Way Pisang, KI Sei Mangkei, KI Tanjung Api-Api), terhubungnya wilayah yang masih tertinggal di pantai barat Sumatera (Bengkulu dan Sumatera Barat), serta mendukung pertumbuhan PDRB Sumatera sebesar 5,58% pada tahun 2024 dan meningkatkan share PDRB wilayah Sumatera menjadi 21,38% pada tahun 2024.

Pembangunan Konstruksi Tanggul Laut Pantai Utara Jawa Dan Pembangunan Jalan Tol Semarang Demak

Proyek pembangunan tanggul laut Pantai Utara Jawa dan pembangunan jalan tol Semarang Demak ini diperkirakan akan memakan dana sebesar Rp. 132 Triliun dari sumber pendanaan APBN, KPBU, dan BUMN, serta diperkirakan akan memiliki durasi selama 5 tahun (2020–2024). Pelaksana proyek ini adalah Kementerian PUPR.

Manfaat dari proyek pembangunan tanggul laut Pantai Utara Jawa dan pembangunan jalan tol Semarang Demak ini antara lain untuk mengatasi benjana banjir rob yang merupakan dampak dari penurunan muka tanah di wilayah Pantai Utara, memenuhi kebutuhan air baku untuk megapolitan di Pantura, mengatasi pencemaran air sungai dan laut akibat limbah domestik dan industri secara terpadu, mengatasi permasalahan transportasi dalam dan antar kota di Pantura, serta untuk menyediakan lahan untuk pengembangan wilayah di Jabodetabek.

Konstruksi Kereta Api Cepat Jakarta-Surabaya / Jakarta-Bandung

Proyek konstruksi kereta api cepat ini diperkirakan akan memakan durasi selama 5 tahun (2020-2024) dengan perkiraan alokasi dana Rp. 107 Triliun dan Rp. 81,95 Triliun dari sumber pendanaan KPBU.

Adapun manfaat dari proyek konstruksi kereta api cepat ini adalah untuk mengurangi waktu tempuh Jakarta-Surabaya dari 14 jam menjadi 5,5 jam dan mendorong pengembangan pusat pertumbuhan baru di Cirebon, Semarang dan Tuba. Proyek ini akan dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan.

Pengembangan Waduk Multiguna Dan Modernisasi Irigasi

Proyek pengembangan waduk multiguna dan modernisasi irigasi ini akan dilaksanakan oleh Kementerian PUPR selama 5 tahun (2020-2024) dengan sumber pendanaan dari APBN, KPBU, dan BUMN sebesar Rp. 210 Triliun.

Pengembangan waduk multiguna dan modernisasi irigasi ini memiliki berbagai manfaat seperti penyediaan waduk multiguna untuk KEK/KI, perkotaan, dan daerah irigasi premium; peningkatan kapasitas dan fungsi bendungan eksisting dengan standar keamanan, konservasi dan perlindungan kawasan greenbelt dan catchment area bendungan serta penurunan sedimentasi, peningkatan lahan dan produktivitas daerah irigasi untuk tanaman pangan dan komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi, perlindungan dan pemulihan tingkat produksi pangan di pulau Jawa, serta peningkatan standar efisiensi dan kinerja penggunaan air irigasi yang didukung oleh pemanfaatan teknologi.

BACA  E-Tilang Untuk Memberantas Pungli Jembatan Timbang

Konstruksi Kereta Api Angkutan Barang (KA Sulawesi, Makassar Pare Pare)

Proyek konstruksi kereta api angkutan barang (KA Sulawesi, Makassar Pare Pare) ini memiliki durasi 5 tahun (2020-2024) dengan perkiraan alokasi dana Rp. 18 Triliun dari sumber pendanaan KPBU, SBSN dan akan dilaksanakan oleh Kementerian PUPR.

Sedangkan manfaat dari proyek konstruksi kereta api angkutan barang ini andalah untuk mengurangi beban angkutan barang di Jalan Nasional Lintas Barat Sulawesi dan terintegrasinya konektivitas antara Kawasan Industri dengan Pelabuhan Makassar.

Pembangunan Konstruksi Jembatan Udara Papua

Proyek pembangunan jembatan udara Papua ini akan memakan waktu 5 tahun (2020-2024) dengan perkiraan alokasi dana Rp. 2,8 Triliun dari sumber pendanaan APBN dan KPBU, dengan Kementerian Perhubungan sebagai pihak pelaksana.

Manfaat proyek pembangunan konstruksi jembatan udara Papua ini antara lain untuk menurunkan disparitas harga di daerah yang dilayani, memberikan dampak signifikan terhadap penurunan harga rata-rata 5 bahan pokok sebesar 57,21 persen, dapat menggerakan ekonomi di daerah karena selain membawa barang menuju daerah yang jauh tetapi juga mengangkut kembali barang yang dthasilkan daerah tersebut ke daerah lain di pelosok indonesia.

Pembangunan Konstruksi Jalan Trans Papua

Pembangunan konstruksi jalan trans Papua ini diperkirakan akan memakan dana sebesar Rp. 3.8 Triliun dari APBN untuk durasi 2 tahun (2020-2022) yang akan dilaksanakan oleh Kementerian PUPR.

Adapun manfaat dari proyek pembangunan konstruksi jalan trans Papua ini adalah untuk mengurangi biaya pengiriman/ logistik di Papua dari Rp 13.000/ kg menjadi Rp 7.000/kg. serta membuka isolasi daerah tertinggal dan kawasan Pegunungan Tengah Papua.

Proyek Revitalisasi Kilang Minyak (Balikpapan, Cilacap, Balongan, Dumai) Dan Pembangunan 2 Kilang Baru (Tuban, Bontang)

Proyek revitalisasi kilang minyak dan pembangunan 2 kilang baru ini memiliki durasi sebaga berikut: Balikpapan 3 tahun, Cilacap 5 tahun, Balongan 3 tahun, Dumai 5 tahun, Tuban 6 tahun, dan Bontang 6 tahun. Proyek ini akan mendapat pendanaan dari anggaran Pertamina dengan penugasan sebesar Rp. 643 Triliun dengan PT. Pertamina sebagai penanggung jawab proyek.

Proyek revitalisasi kilang minyak dan pembangunan 2 kilang baru ini memiliki manfaat untuk meningkatkan penyediaan minyak mentah dan bahan bakar di Indonesia sehingga menurunkan ketergantungan pada impor, serta dapat memproduksi hasil turunan kilang lainnya (petrokimia).

Proyek Pengembangan Infrastruktur Gas Kota

Proyek pengembangan infrastruktur gas kota ini akan dilakukan hingga tahun 2025 dengan perkiraan alokasi dana sebesar Rp. 50 Triliun yang bersumber dari pendanaan KPBU, APBN, dan BUMN, dengan Kementerian ESDM sebagai pelaksananya.

Proyek penembangan infrastruktur gas kota ini memiliki berbagai manfaat antara lain untuk meningkatkan ketahanan dan keberlanjutan akses pemenuhan energi untuk masyarakat, mengurangi biaya rumah tangga, memberikan persediaan gas yang lebih praktis bersih dan aman dibandingkan LPG 3 kg, menghemat subsidi LPG sebesar Rp 1,26 Triliun per tahun (untuk 1 juta SR).

Konstruksi 10 Juta Sambungan Rumah

Proyek konstruksi 10 juta sambungan rumah ini memiliki perkiraan alokasi dana sebesar Rp. 244,57 Triliun dengan durasi selama 5 tahun (2020-2024) dengan sumber pendanaan dari APBN, APBD, KPBU, dan CSR. Proyek ini akan dilaksanakan oleh Kementerian PUPR (DJCK, Ditjen SDA, BPPSPAM), Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Bangda dan Ditjen Keuda), Pemerintah Daerah, PDAM, dan Kemenkes (Ditjen Kesmas).

BACA  E-Tilang Untuk Memberantas Pungli Jembatan Timbang

Pembangunan 10 juta sambungan rumah ini dilakukan untuk mendukung target akses air minum layak dan aman, meningkatkan kesehatan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat untuk bisa memiliki akses terhadap layanan dasar, serta untuk menurunkan angka stunting.

Pengembangan Sistem Angkutan Umum Masal Perkotaan Di 6 Kota Metropolitan

Pengembangan sistem angkutan masal perkotaan di 6 kota metropolitan adalah proyek yang akan dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan dengan dana dari APBN, APBD, KPBU, dan PINA selama 5 tahun (2020-2024) dengan perkiraan alokasi dana sebesar Rp. 180 Triliun.

Proyek sistemangkutan massal perkotaan ini memlikik manfaat untuk meningkatkan pangsa angkutan umum perkotaan mencapai 42% , mengatasi kemacetan lalu lintas di 6 kota metropolitan, serta mengurangi kerugian ekonomi akibat kemacetan.

Pembangunan Jalan Trans / Lingkar Pulau Terluar / Tertinggal (Nias, Morotai, Sumba, dan Saumlaki)

Proyek pembangunan jalan tans / lingkar pulau terluar / tertinggal ini akann memakan waktu 5 tahun (2020-2024) dengan perkiraan alokasi dana sebesar Rp. 2,9 Triliun dari sumber pendanaan APBN, dan Kementerian PUPR sebagai pelaksana.

Proyek ini memiliki manfat untuk meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Pulau Terluar serta meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap fasilitas pelayanan publik.

Perluasan Distribusi Air Bersih Di Seluruh Indonesia

Proyek perluasan distribusi air bersih di seluruh Indonesia ini akan memiliki durasi 5 tahun (2020-2024) dengan alokasi dana dari APBN, BUMN, Swasta, KPBU sebesar Rp. 42,8 Triliun, dengan Kementerian PUPR sebaga pelaksana.

Manfaat proyek ini antara lain adalah peningkatan akses air bersih layak, meningkatkan rasio cakupan PDAM dan penduduk terlayani PDAM, meningkatnya kinerja dan kapasitas penyelenggara PDAM (penambahan persentasi kondisi PDAM yang sehat dan perbaikan tingkat NRW).

Pengembangan Jaringan 7 Pelabuhan Terpadu

Proyek pengembangan jaringan 7 pelabuhan terpadu memiliki sumber pendanaan dari BUMN dengan perkiraan sebesar Rp. 14 Triliun dengan perkiraan durasi selama 5 tahun (2020-2024). Kementerian Perhubungan akan menjadi pihak pelaksana proyek ini.

Pengembangan jaringan 7 pelabuhan terpadu ini memiliki manfaat untuk meningkatkan kelancaran kegiatan ekspor impor dan distribusi barang, mengintegrasikan 7 pelabuhan utama tol laut dengan kawasan industri, mengurangi biaya operasional pelabuhan sebesar 15%, menciptakan harmonisasi cargo tracking dan adanya standansasi pelayanan pelabuhan, serta terwujudnya layanan kapal minimal 3.500 TEUs yang tetap dan teratur sehingga membentuk rute pelayaran nasional yang efisien.

Pengelolaan Citarum Harum

Proyek pengelolaan Citarum harum yang akan dilaksanakan KLHK, Kemenperin, Kementan, Kementerian PUPR, Kementerian Kelautan dan Perikanan ini memilik perkiraan durasi 5 tahun (2020-2024) dengan perkiraan alokasi dana sebesar Rp. 13,44 Triliun dari APBN, APBD Prov/Kab/Kota, BUMN, Swadaya/Swasta, dan Polri.

Manfaat proyek pengelolaan Citarum Harum antara lain sebagai sistem pemantauan kualitas air yang terintegrasi secara realtime dari hulu ke hilir, penanganan limbah cair dan sanitasi kualitas air (klasifikasi minimal kelas IV) dengan peningkatan pelayanan sanitasi di DAS Citarum, modernisasi pengelolaan sampah dengan peningkatan cakupan pelayanan pengelolaan sampah, revitalisasi Kawasan Hulu melalui penanaman pohon dan alih profesi, penertiban KJA dan pengurangan lahan berstatus sangat kritis, penyediaan air bersih dan pengendaluan debit sungai melalui konservasi air di daerah hulu & perawatan saluran, serta penyediaan air bersih melalui peningkatan kapasitas penyediaan air baku & jaringan perpipaan

BACA  E-Tilang Untuk Memberantas Pungli Jembatan Timbang

Peningkatan Akses Sanitasi (Air Limbah) Layak Dan Aman

Proyek peningkatan akses sanitasi (air limbah) yang layak dan aman ini akan dilaksanakan oleh Kementerian PUPR, Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, dan Pemerintah Daerah. Dana akan bersumber dari KPBU, APBN, APBD, DAK, dan masyarakat dengan perkiraan alokasi dana sebesar Rp. 38,77 Triliun selama 5 tahun (2020-2024).

Proyek peningkatan akses sanitasi ini bermanfaat untuk mendukung target SDGs Sanitasi dan SPM Air Limbah, mengurangi pencemaran air, meningkatkan kesehatan masyarakat, serta menurunkan angka stunting.

Penyelesaian 35000 MW [Proyek Peningkatan Pembangkit Listrik PLTA Pumped Storage (Sustainabilty & Security); Proyek Penerapan “SPM” Penyediaan Akses Listrik (Access); Proyek Interkoneksi Kehandalan Sistem (Security)]

Proyek pembangkit listrik ini direncanakan akan diselesaikan dalam waktu 5 tahun (2020-2024) dengan perkiraan alokasi dana sebesar Rp. 100 Triliun yang berasal dari APLN (Anggaran PT. PLN), APBN, dan Swasta dimana PT, PLN akan menjadi pihak pelaksana.

Manfaat dari proyek peningkatan pembangkit listrik danakses listrik ini memiliki beberapa manfaaat sebagai berikut: tercapainya target 23% EBT di pembangkit dengan pemanfaatan penggunaan energi baru terbarukan, menurunkan Biaya Pokok Produksi (BPP) pembangkit saat peak load, sebagai flexible generatton guna mengantisipasi masuknya pembangkit EBT yang bersifat intermittent (PLTS / PLTB), terbangunnya teknologi penyimpanan energi melalui pembangunan PLTA pumped storage, meningkatkan kapasitas dan kehandalan jaringan penyaluran listrik wilayah di pulau -pulau besar khususnya Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, NTT, Papua dan Papua Barat, mengurangi biaya produksi antar wilayah interkoneksi, serta menciptakan kapasitas sharing cadangan antar pulau.

Transformasi Digital

Proyek transformasi digital ini akan dilaksanakan oleh Kemenkominfo, Kementerian PANRB, Kemendikbud, Kemenkes, Kemendagri, LKPP, Kemendag, Kemenperin, Kementan, Kemenkeu, dan Pemda. Sedangkan perkiraan alokasi dana akan berada di kisaran Rp. 50 Triliun dengan sumber pendanaan berasal dari APBN, APBD, KPBU, BUMN, dan Swasta. Proyek transformasi digital ini akan memiliki durasi 5 tahun (2020-2024).

Manfaat dari proyek transformasi digital ini adalah sebagai berikut: membangun jaringan komunikasi broadband yang menjangkau seluruh kabupaten/kota termasuk hingga fingkat desa/kelurahan, balk yang berada pada daerah komersil maupun nonkomersil serta menyediakan jaringan komunikasi untuk kebutuhan kawasan industri, kawasan ekonomi khusus dan destinasi pariwisata.

Proyek ini juga untuk menyediakan kebutuhan penyimpanan data untuk berbagai konten dan layanan pemerintah, dengan teknologi yang aman, terintegrasi, dan dapat diakses setiap saat, serta mampu untuk melakukan analisaBig Data dari berbagai sumber data yang tersedia.

Selain itu, diharapkan proyek ini dapat melaksanakan transformasi digital pada sektor prioritas (e-pemerintahan, e-pendidikan, e-kesehatan, e-pengadaan, elogistik, e-pertanian, e-sostal) dan e-commerce, kota cerdas, industri 4.0, dan diseminasi informasi.

Setiap proyek-proyek ini akan membutuhkan kerjasama dari pihak konstruktor yang memiliki tenaga ahli serta peralatan teknis yang memadai. Termasuk diantaranya jembatan timbang dan timbangan truk.

Untuk mendapatkan informasi mengenai jembatan timbang dan timbangan truk terbaik di Indonesia, anda dapat menghubungi kantor pusat Jembatan Timbang Gewinn melalui sarana media kontak yang telah kami sediakan.

Dapatkan konsultasi gratis dan penawaran harga promo menarik sekarang juga.

5/5 (1)

Rate This Post

 

 

Informasi harga jembatan timbang

 

Don`t copy text!