Modus Penipuan di Jembatan Timbang & Cara Mencegahnya

Jembatan Timbang No. 1 Di Indonesia

Modus Penipuan di Jembatan Timbang & Cara Mencegahnya

Info 0

Modus penipuan di jembatan timbang kini makin pintar dan makin sulit dideteksi. Seringkali pemilik atau operator timbangan sama sekali tidak sadar kalau dirinya sedang ditipu, padahal penipuan di timbangan truk sangat merugikan terutama bagi penimbangan untuk kepentingan transaksi finansial. Karena itu, pada kesempatan kali ini, kami akan memaparkan beberapa modus penipuan dan cara terbaik untuk mencegah penipuan di jembatan timbang.

Dampak Finansial Penipuan Jembatan Timbang Pada Perusahaan Industri Dalam Jangka Panjang

Penipuan jembatan timbang kebanyakan mempengaruhi perusahaan yang bergerak di sektor industri, karena perusahaan industri membeli dan menjual produk dalam jumlah besar. Contohnya seperti bahan mentah pertanian, materi konstruksi, bahan dasar cairan kimia, dan sebagainya. Produk-produk seperti ini dibeli dan dijual berdasarkan nilai berat mereka, karena itu manipulasi dan penipuan jumlah produk yang diantarkan ke perusahaan dapat mengakibatkan kerugian finansial yang cukup besar.

Lalu mengapa kerugian finansial yang begitu besar tidak terdeteksi oleh perusahaan ? Hal ini dikarenakan penipu melakukan manipulasi dalam jumlah sedikit dan dalam jangka waktu yang cukup lama.

Sebagai contoh, misalnya ada perusahaan industri yang menerima ratusan ton bahan dasar setiap harinya. Bahan dasar tersebut diantarkan menggunakan truk dalam jumlah setiap 20 ton dan diantarkan beberapa kali dalam sehari. Oknum supir penipu kemudian mengambil hanya sekitar 50 kg bahan materi setiap pengiriman. Mungkin 50 kg terlihat sedikit dibandingkan 20 ton. Tapi bayangkan apabila pengiriman oleh oknum supir tersebut dilakukan 5 kali sehari, dan 200 hari kerja dalam satu tahun. Maka dalam satu tahun, perusahaan setidaknya dapat dirugikan sebanyak 50000 kg atau 50 ton dalam satu tahun. Itu hanya untuk satu oknum penipu, bagaimana kalau ada orang kedua dan orang ketiga yang melakukan manipulasi yang sama ? Kerugian yang dialami perusahaan tentunya sangat besar.

Berbagai Modus Penipuan di Jembatan Timbang & Bagaimana Cara Mencegahnya

Ada beberapa modus penipuan di jembatan timbang yang banyak dilakukan oleh supir nakal. Di bawah ini kami paparkan beberapa modus penipuan tersebut dan juga berbagai tips tentang bagaimana cara mengatasinya. Adapun berbagai modus penipuan di jembatan timbang adalah sebagai berikut:

  1. Memposisikan truk tidak benar di platform timbangan
    Posisi truk yang tidak benar selama proses penimbangan dapat mengurangi nilai berat kendaraan yang sesungguhnya. Posisi truk yang tidak benar itu contohnya ban depan atau ban belakang yang tidak masuk ke dalam platform timbangan. Modus penipuan ini dipakai ketika oknum supir ingin mengurangi nilai berat muatan, misalnya ketika sedang membeli atau mengantar material, sehingga meningkatkan jumlah material dari jumlah yang seharusnya diterima.
    Cara mencegahnya:
    Modus penipuan ini dapat dicegah dengan memasang palang pembatas di sisi timbangan dan memasang palang gerbang di area keluar masuk platform timbangan. Anda juga dapat memasang kamera pengawas CCTV untuk membantu operator timbangan memastikan truk yang ditimbang sudah dalam posisi yang benar.
  2. Melakukan penimbangan dua kali
    Modus penimbangan dua kali ini biasanya dilakukan pada perusahaan yang menerima material beberapa kali sehari. Modus penipuan ini dilakukan dengan cara sebagai berikut: saat pengiriman material, supir melakukan penimbangan masuk, setelah keluar dari area timbangan, bukannya menuju ke area penurunan barang, truk malah keluar dari lokasi perusahaan. Setelah beberapa saat truk tersebut kemudian masuk lagi dan melakukan penimbangan masuk lagi. Setelah penimbangan kedua, supir kemudian menurunkan barang di area penurunan, dan melakukan penimbangan keluar, setelah selesai penimbangan, beberapa saat kemudian, supir kembali melakukan penimbangan keluar untuk kedua kalinya. Dengan cara tersebut, supir mendapatkan dua faktur tagihan. Jenis penipuan seperti ini memang tampak mustahil dilakukan, tapi sebenarnya sudah pernah terjadi dengan kerjasama dari oknum petugas operator di lokasi.
    Cara mencegahnya:
    Lakukan registrasi nomor truk yang melakukan penimbangan untuk mendeteksi pengiriman produk menggunakan truk yang sama dalam jangka waktu yang terlalu pendek. Anda juga dapat menggunakan teknologi pemotretan nomor kendaraan secara otomatis saat ditimbang. Kemudian buat alur arus trafik yang tertutup dari gerbang masuk, timbangan truk, area penurunan barang, sampai gerbang keluar untuk menghindari truk ditimbang dua kali.
  3. Menambah beban tambahan
    Pada modus ini, pada truk diletakkan beban tambahan, baik itu berupa penumpang atau misalnya drum kontainer isi air. Setelah itu truk ditimbang beserta kontainer air atau penumpang tersebut. Saat melakukan penaikan atau penurunan barang, beban tambahan tersebut disingkirkan dengan membuang air dari kontainer atau menurunkan penumpang dari truk. Kemudian supir melakukan penimbangan keluar. Cara lainnya adalah pada saat penimbangan masuk, supir tetap berada di dalam truk, sedangkan saat penimbangan keluar, supir keluar dari truk.
    Cara mencegahnya:
    Pastikan supir truk menaati aturan untuk keluar dari truk saat proses penimbangan. Petugas operator juga harus memeriksa apakah tidak ada penumpang atau beban tambahan lainnya di dalam truk. Selain itu arus trafik dari area penimbangan ke area penurunan / penaikan barang harus diawasi untuk mencegah terjadinya penurunan beban tambahan oleh oknum supir truk.
  4. Mencuri di tengah perjalanan
    Pencurian muatan di tengah perjalanan ini biasanya terjadi pada perusahaan yang memiliki dua lokasi logistik yang berjauhan, misalnya lokasi gudang dan lokasi pabrik. Misalnya truk dimuat di pabrik dengan total nilai berat 30070 kg, dalam perjalanan menuju gudang, oknum supir kemudian menurunkan atau menjual langsung muatan sebesar 70 kg, sehingga saat penimbangan di gudang, nilai berat muatan ada pada angka 30000 kg. Namun karena selisihnya hanya 70 kg dari 30 ton, maka perusahaan menganggap selisih nilai berat tersebut masih tergolong normal.
    Cara mencegahnya:
    Pastikan kedua timbangan truk di kedua lokasi memiliki tingkat akurasi yang kurang lebih sama dan telah terkalibrasi dengan benar. Ketahui rata-rata jangka waktu perjalanan yang normal antara kedua lokasi, segera periksa apabila truk berada di perjalanan yang terlalu lama. Anda juga bisa melakukan pemasangan alat pelacakan GPS apabila truk tersebut merupakan aset pribadi perusahaan. Lakukan pemasangan alat GPS tersebut sesuai aturan yang berlaku dan juga beri tahu supir truk sebelumnya. Jika ada kecurigaan, anda dapat bekerjasama dengan petugas kepolisian untuk mengindentifikasi lokasi pencurian ilegal tersebut.
  5. Mengubah data hasil penimbangan
    Pihak oknum supir dapat bekerjasama dengan oknum petugas operator timbangan untuk mengubah data hasil penimbangan. Modus penipuan jenis ini memiliki tingkat kemungkinan yang cukup tinggi karena mudah dilakukan, atau jika pos operator timbangan masih menggunakan metode input data secara manual.
    Cara mencegahnya:
    Gunakan sistem software timbangan yang aman. Juga terapkan prosedur perlindungan akses sistem komputer, misalnya dengan menggunakan username dan password yang berbeda untuk setiap operator. Anda juga dapat menggunakan sistem tiket otomatis sehingga mengurangi resiko penipuan di jembatan timbang.

Demikian beberapa modus penipuan di jembatan timbang dan cara mencegah terjadi penipuan tersebut. Jika anda ingin memiliki jembatan timbang dengan sistem keamanan yang ketat dan modern disertai dengan berbagai fitur pengaman lainnya, anda dapat menghubungi Jembatan Timbang Gewinn sekarang juga.

 

You cannot copy content of this page
Open chat
WhatsApp